Syarat Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi PNS 2022-2023

Diposting pada

Syarat Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi PNS – Dalam sebuah lembaga pemerintah ,tidak seluruhnya karyawan masuk ke daftar Pegawai Negeri Sipil (PNS). Banyak salah satunya masuk ke daftar Tenaga atau Pegawai Honorer. Lantas apakah yang dimaksud dengan Tenaga Honorer? apa tenaga honorer mempunyai hak yang serupa dengan tenaga kerja swasta? Adakah undang-undang yang membuat perlindungan hak-hak dari Tenaga Honorer?

Saat sebelum kita ulas persyaratan dan proses pengangkatan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) jadi PNS (Pegawai Negeri Sipil),mari kita bahas lebih dulu mengenai tenaga honorer.

Pengertian Tenaga Honorer

Tenaga Honorer ialah seorang yang bekerja dalam sebuah lembaga pemerintah di mana mereka diangkat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian atau Petinggi lain dalam pemerintah untuk melakukan beberapa pekerjaan tertentu pada lembaga pemerintahan di mana penghasilannya jadi beban atau tanggungjawab dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Penataan yang terkait dengan Tenaga Honorer merujuk pada Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan). Tenaga honorer lakukan tugas dengan kesepakatan kerja dan tenaga honorer bekerja berdasar Surat Keputusan dari Pejabat Tata Usaha Negara, di mana gaji atau upah yang diberi ialah sesuai gaji minimal. Ini sesuai Pasal 88 UU Ketenagakerjaan yang mengatakan :

1. Setiap pekerja mempunyai hak memperoleh penghasilan yang layak sehingga dapat memenuhi kehidupan lebih baik.

2. Pemerintah menetapkan kebijakan tentang upah yang melindungi pekerja/buruh.

3. Beberapa kebijakan pengupahan yang melindungi pekerja meliputi :

Upah Minimum
Upah kerja lembur
Bentuk dan cara pembayaran upah
Denda dan potongan upah
Hal-hal yang dapat diperhitungkan dengan upah

Berapa Gaji Pegawai Honorer?

Ketentuan mengenai gaji pegawai honorer sudah diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Tahun 2003 yang tercantum dalam Undang-undang Hak Cipta. Meskipun sudah diatur dalam undang-undang yang jelas, masih saja hingga saat ini gaji pegawai honorer masih berkisar antara Rp 500.000 sampai dengan Rp 1.000.000 tiap bulannya. Akan tetapi dibeberapa daerah lain yang masih kekurangan dana dan pendapatan daerah yang kecil, gaji pegawai honorer hanya berkisar Rp 300.000 saja tiap bulannya. Hal ini tentu saja masih jauh dari kata kesejahteraan hidup ataupun kehidupan yang layak. Kewenangan untuk memberikan upah pegawai honorer adalah instansi yang merekrut pegawai tersebut berdasarkan alokasi anggaran dalam satuan kerja.

Perbedaan Pegawai Honorer dan Pegawai Kontrak

Lantas apakah ketidaksamaan pegawai honorer dengan pegawai kontrak? Salah satunya ketidaksamaan yang kelihatan benar-benar terang dan menonjol dari pegawai honorer dan pegawai kontrak ialah tunjangannya. Disamping itu, pegawai kontrak memperoleh hak yang sama yang didapat PNS (Pegawai Negeri Sipil).

Tidak cuma memperoleh gaji dasar saja,pegawai kontrak memperoleh pendapatan lain seperti tunjangan, perjalanan dinas dan sebagainya di mana telah ditata dalam standard biata saran. Hal berkenaan itu telah ditata dalam Kementerian Keuangan (Kemenekeu). Kemungkinan sedikit yang mengetahui jika penerimaan tenaga honorer tidak ditata dalam Undang-undang ASN (Aparatur Sipil Negara), maka dari itu sering penerimaan atau pengangkatan pegawai honorer tidak lewat proses yang akuntabel. Bahkan juga dari lembaga pemerintahan sendiri sering berlaku begitu, hingga pegawai honorer kadang diambil tanpa izin dari pemerintahan pusat.

Apa Pegawai Honorer menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara)?

Pertanyaannya ialah apa pegawai honorer dapat dipilih jadi ASN (Aparatur Sipil Negara)? Berita baiknya pengangkatan tenaga honorer jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan dikerjakan di tahun 2022/2023. Hal itu mempunyai keterikatan dengan rencana pemerintahan, di mana Pemerintahan akan menghapus kehadiran tenaga honorer baik di lembaga pusat atau lembaga wilayah yang direncanakan akan direncanakan di tahun 2023 kelak.

Proses pengangkatan tenaga honorer jadi ASN (Aparatur Sipil Negara) akan dikerjakan lewat beberapa penyeleksian seperti proses penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) secara umum. Topik mengenai peraturan penghapusan kehadiran tenaga honorer di lembaga pemerintah sudah dikatakan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sama seperti yang sudah diterangkan pada situs sah kemenpanrb. Hal itu membuat pemerintahan merencanakan mengganti tenaga honorer jadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Maka dari itu /tahun 2023 tidak ada pegawai dengan status honorer baik pada lembaga pemerintahan pusat atau pemda. Yang hanya bakal ada dua tipe status pegawai pemerintahan di tahun 2023 yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ke-2 status kepegawaian itu nanti akan dikatakan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Penghilangan ini sudah tercantum pada undang-undang pasal 88 PP nomor 48/2005 mengenai Pengangkatan Tenaga Honorer Jadi Calon Pegawai Negeri Sipil, yang mana ada larangan mengambil tenga honorer di lembaga pemerintahan. Ketetapan penghapusan tenaga honorer tercantum pada pasal 96 PP Nomor 49/2018 mengenai Manajemen PPPK.

Tenaga Honorer diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Pada rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari tenaga honorer nantinya pemerintah akan menyiapkan formasi khusus. Akan tetapi tidak semua tenaga honorer bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui seleksi CPNS. Merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2005 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS,pengangkatan pegawai honorer menjadi CPNS akan diutamakan bagi pegawai yang sudah bekerja atau mengabdikan diri paling lama di instansi pemerintah.

Pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) akan diutamakan atau diprioritaskan ke sejumlah sektor, mulai dari tenaga kesehatan, tenaga guru, tenaga teknis dan tenaga penyuluh pertanian/perikanan/peternakan yang sangat dibutuhkan pemerintah. Cataran dari Kemenpan-RB sampai dengan bulan juni 2021, terdapat sebanyak 410.000 orang tenaga honorer yang bekerja di instansi pemerintah. Pegawai honorer tersebut bisa mengikuti seleksi CPNS yang akan dilaksanakan sesuai kebutuhan.

Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Birokrasi (Kemenpan RB) telah menetapkan beberapa kategori tenaga honorer apa saja yang bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tidak hanya itu saja, tenaga honorer yang bisa diangkat menjadi abdi negara tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Syarat Tenaga Honorer diangkat menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil)

Tenaga Honorer yang akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) adalah mereka yang memenuhi kriteria usia dan masa kerja sebagai berikut:

Tenaga Honorer yang berusia maksimal 46 tahun dan mempunyai masa kerja 20 tahun atau lebih secara terus menerus.
Tenaga Honorer yang berusia maksimal 46 tahun dan mempunyai masa kerja 10-20 tahun secara terus menerus.
Tenaga Honorer yang berusia maksimal 40 tahun dan mempunyai masa kerja 5-10 tahun secara terus menerus.
Tenaga Honorer yang berusia maksimal 35 tahun dan mempunyai masa kerja 1-5 tahun secara terus menerus.

Kriteria lama masa pengabdian tidak berlaku bagi pegawai honorer yang bekerja sebagai tenaga dokter yang telah atau sedang bertugas di unit pelayanan kesehatan milik pemerintah. Selama mereka masih berusia di bawah 46 tahun dan bersedia ditugaskan di tempat atau daerah terpencil minimal 5 tahun, maka mereka akan diangkat menjadi CPNS atau PPPK setelah lulus seleksi

Seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2005 dijelaskan seleksi pengangkatan tenaga honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) meliputi seleksi administrasi, disiplin, integritas, kesehatan dan kompetensi. Seleksi tersebut diberlakukan bagi semua pegawai honorer yang ingin diangkat menjadi CPNS maupun PPPK. Mereka juga berkewajiban mengisi atau menjawab daftar pertanyaan mengenai pengetahuan tata pemerintah atau kepemerintahan yang baik dan pelaksanaanya terpisah dari pelamar umum.

Syarat dan Prosedur Pengangkatan CPNS menjadi PNS

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) supaya dapat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Salah satu syarat utama pengangkatan CPNS menjadi PNS adalah lulus pendidikan dan pelatihan (diklat) serta sehat jasmnai dan rohani. Namun terkadang Diklat dalam massa orientasi CPNS tidak dapat berjalan lancar sesuai dengan target waktu yang telah disyaratkan oleh instansi karena satu dan lain hal. Kondisi tersebut tentu membawa dampak tertundanya pengangkatan CPNS menjadi PNS hingga lebih dari satu tahun. Hal tersebut seperti yang telah disebutkan oleh BKN (Badan Kepegawaian Negara) dalam akun istagram resminya.

Maksud dari kondisi tertentu adalah karena minimnya anggaran, sarana dan prasarana pelatihan, sumber daya manusia (SDM) pelatihan dan atau kebijakan strategis nasional. Diklat bagi CPNS formasi 2018 dan 2019 akan dilaksanakan paling lambat tahun 2022. Instansi berkoordinasi dengan BKN terkait dengan penetapan TMT (Terhitung Mulai Tanggal) pengangkatan menjadi PNS. Hal tersebut telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 Pasal 34a tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan Surat Menteri PANRB Nomor b/364/M.SM.01.00/2020.

Syarat CPNS yang telah melewati Diklat lebih dari satu tahun untuk diangkat menjadi PNS sebagai berikut:

Usulan dengan menyebutkan alasan keterlambatan.
Surat Keputusan CPNS.
Surat pernyataan melaksanakan tugas/surat penugasan.
Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan.
Surat Keterangan Sehat jasmani dan rohani dari dokter penguji tersendiri/tim penguji.
Sasaran kinerja pegawai dalam 1 tahun.
Sebagai tambahan informasi tentang progres penetapan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) PNS lebih dari satu tahun hingga 14 Maret 2022 sebanyak 330 CPNS di instansi pusat dan 1.109 CPNS di intansi daerah.

Seperti sudah dijelaskan di atas tentang beberapa persyaratan dan prosedur yang harus dipenuhi untuk dapat diangkat menjadi PNS, mungkin saat ini dari anda yang sedang mengusahakan hal tersebut, kami berharap semoga semuanya berjalan lancar tanpa hambatan dan semoga anda semua berhasil dalam mengikuti setiap prosesnya.

Demikian sedikit informasi tentang bagaimana Prosedur pengangkatan dan proses menjadi seorang PNS baik dari tenaga honorer maupun dari seorang CPNS ya, semoga informasi ini dapat membawa manfaat buat anda .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *