Manajemen Karir Adalah : Pengertian, Manfaat dan Contohnya!

Diposting pada

Manajemen karir adalah

Manajemen Karir Adalah : Pengertian, Manfaat dan Contohnya! – Manajemen karir ialah suatu hal yang mulai saat ini penting diingat oleh tiap orang. Langkah kerjanya lebih kurang sama dengan management organisasi, dan sama mempunyai tujuan untuk mengarahkan ke mana semestinya karier bergerak untuk penuhi tujuan.

Dengan demikian, seorang dapat capai tingkatan karier yang semakin tinggi. Management ini cukup bermanfaat di kehidupan seorang. Silahkan cari tahu bagaimana mengatur karier yang bagus dan apa kemanfaatannya. Ikuti terus pembahasan berikut!

Apa Itu Manajemen Karir

Biasanya ini memiliki sifat individu, tapi perusahaan lakukan management karier untuk memaksimalkan performa pegawai. Perform pegawai yang bagus tentu saja akan menolong pemenuhan sasaran perusahaan.

Dan untuk pribadi, manajemen karir ialah proses rencana yang sudah dilakukan untuk capai tujuan karier yang semakin tinggi. Ini meliputi dengan alur keterkaitannya dalam tugas yang dipunyainya.

Management terdiri dari 4 ide, yakni koneksi, kesadaran diri, perencanaan eksplorasi, dan pembelajaran sepanjang hayat. Proses ini dikatakan sebagai investasi untuk tingkatkan perform perusahaan atau individu.

Alasan keutamaan lakukan management ini ialah ingat makin sengitnya kompetisi global dalam beragam type karier.

Proses Manajemen Karir

Dalam melakukan proses ini, terdapat tujuan yang mau dicapai. Tujuan haruslah jelas dan spesifik agar bisa diukur. Menyusun proses yang tepat juga membantu mengefisienkan buah hasil bagi individu maupun perusahaan. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu dilalui:

1. Menentukan Tujuan yang Mau Dicapai

Untuk memulai manajemen ini, pertama ketahui dulu apa tujuan yang mau dicapai di akhir proses Apakah ingin meningkatkan kapabilitas, kepribadian, atau hal lainnya. Buat target secara spesifik, bisa diukur dan jelas.

Dengan mempunyai tujuan yang jelas, proses yang berlangsung selama jangka panjang ini terkesan lebih menyenangkan. Tujuan nantinya berfungsi untuk memacu motivasi serta menciptakan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi.

2. Merencanakan Karir Secara Konkret

Setelah menentukan tujuan karir, selanjutnya rencanakan karir yang diinginkan. Buat rencana konkret yang mencakup hal-hal yang bisa memudahkan pencapaian tujuan.

Mempunyai rencana pengembangan karir akan memastikan agar langkah yang diambil tetap mengarah ke tujuan. Ini melibatkan identifikasi pengalaman kerja, pendidikan dan lainnya.

3. Mengembangkan Karir

Sekarang, sudah mempunyai rencana karir yang siap dilaksanakan. Kembangkan karir sesuai rencana yang telah dibuat. Kegiatan mengembangkan karir mencakup peningkatan kualitas kerja, optimalisasi waktu, menjalin hubungan rekan kerja.

Konsistensi dibutuhkan dalam pengembangan karir dan dampaknya akan terasa setelah beberapa waktu kemudian.

4. Menampilkan Kapabilitas pada Resume

Apabila manajemen karir dilakukan untuk tujuan perusahaan, karyawan baru perlu mencantumkan keterampilan mereka pada resume.

Dengan begitu, perusahaan dapat menganalisis potensi serta solusi dari kendala-kendala yang mungkin mereka hadapi kedepannya.

5. Membimbing Karyawan Baru

Atasan atau pimpinan adalah pihak yang membantu mengarahkan karyawan dalam pengembangan karir. Bimbingan disesuaikan dengan fokus, tujuan serta budaya pada perusahaan tersebut. Atasan akan melakukan transfer ilmu kepada karyawan baru.

6. Memberikan Saran yang Sesuai

Setelah menjalankan proses pengembangan karir, tahap evaluasi dilakukan. Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang kurang dan mengatasi kekurangan tersebut dengan solusi yang tepat.

Contoh Manajemen Karir

Sebagai ilustrasi, Fajar berminat menjadi seorang teknisi IT di perusahaan ternama. Untuk menggapai impiannya, ia melakukan perencanaan pengembangan karir.

Ia mulai rajin mempelajari bahasa pemrograman dan cara-cara membuat program. Tujuannya akhirnya tercapai saat Fajar berhasil diterima di perusahaan idamannya.

Perusahaan yang menerimanya juga melakukan proses identifikasi kapabilitas Fajar, lalu menempatkan dirinya pada posisi yang sesuai. Akhirnya performa perusahaan turut meningkat dari hasil manajemen profesi yang dilakukan oleh individu dan perusahaan.

Manfaat Manajemen Karir

Baik itu bagi kebutuhan perusahaan maupun pribadi, yang jelas manajemen profesi ini mempunyai peranan yang cukup penting. Proses ini akan memberikan sejumlah manfaat positif, di antaranya:

Mengetahui potensi, minat, kapabilitas serta tujuan karir pegawai.
Mengasah moral karyawan supaya berdampak positif pada karir.
Membuka wawasan dan pengetahuan untuk memastikan kepuasan pegawai.
Meningkatkan kualitas performa pegawai.
Memupuk hubungan kerja sama yang baik dengan perusahaan.
Membangun lingkungan kerja yang nyaman serta mendukung pembelajaran seumur hidup.
Mendorong peningkatan performa pegawai melalui penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Tujuan Manajemen Karir

Seperti yang disebutkan di atas, proses manajemen ini memberikan beberapa tujuan untuk meningkatkan performa karir individu maupun tujuan perusahaan. Adapun tujuan dari diadakannya proses ini yaitu sebagai berikut:

1. Mencapai Tujuan Karir

Setiap proses manajemen tentunya mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan bisa terpenuhi apabila langkah-langkah yang dilakukan sesuai. Proses dikatakan berhasil apabila tujuan tersebut telah tercapai.

Bagi individu, tujuan manajemen bisa berupa mendapatkan pengakuan pimpinan atas kinerja yang sudah dilakukannya, sehingga berpeluang untuk dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi.

Dengan mempunyai strategi yang sistematis dan terarah, tujuan karir apa pun yang direncanakan, pastinya akan dapat tercapai. Namun ingat, pastikan tujuan yang dibuat dapat diukur, realistis dan sesuai dengan kapabilitas diri.

2. Mengidentifikasi Keunggulan dan Kekurangan Keterampilan Individu

Tidak ada individu yang bebas dari kekurangan. Dengan mengidentifikasi keunggulan dan kekurangan individu, perusahaan pun bisa mencocokkan karir yang sesuai dengan potensi mereka. Karena sesuai dengan potensi, kinerja individu pun bisa menjadi lebih baik.

Lagipula, kekurangan bukanlah sesuatu yang bisa ditolak. Justru kekurangan perlu diatasi dengan langkah yang tepat, sebaliknya kelebihan semakin ditonjolkan untuk kebaikan individu tersebut atau perusahaan.

3. Meningkatkan Kapabilitas Individu

Sudah disebutkan pula pada poin sebelumnya bahwa kekurangan adalah bagian dari diri individu. Untuk mengimbangi hal itu, kapabilitas yang telah dimiliki individu tersebut perlu diasah. Ini merupakan tujuan manajemen karir yang perlu diperhatikan.

Yaitu meningkatkan kapabilitas individu setelah mengidentifikasinya. Adapun kapabilitas yang akan mendukung kinerja pegawai di antaranya seperti sikap proaktif, komunikatif, empati, punya rasa ingin tahu yang tinggi, motivasi mengejar target hingga memberikan pelayanan terbaik kepada klien.

4. Menentukan Rencana Cadangan

Rencana cadangan dibutuhkan apabila rencana pertama tidak berjalan sesuai harapan. Rencana sudah harus dibuat dengan tujuan karir yang sama.

Langkah-langkah yang disusun pastinya akan berbeda, namun harus mengarah pada tujuan yang mau dicapai sebelumnya. Susun langkah-langkah secara detail dan jelas agar tidak membingungkan saat eksekusi nantinya.

5. Meminimalisasi Ketidakserasian Individu dengan Tanggung Jawabnya

Apabila tujuan melakukan manajemen adalah untuk mengoptimalkan performa perusahaan, maka salah satu caranya adalah mencocokkan pegawai dengan kapabilitasnya. Hal ini tentunya akan mengurangi pegawai yang ditempatkan di posisi yang tidak sesuai.

Dengan melakukan manajemen, risiko ini bisa ditekan secara signifikan. Untuk itu, pertama perusahaan perlu menganalisis kemampuan setiap pegawai, lalu menyesuaikannya dengan tanggung jawab yang tepat.

Seharusnya langkah ini dilakukan pada saat penerimaan karyawan baru. Pastinya setiap karyawan mempunyai kemampuan masing-masing yang bisa meningkatkan performa perusahaan jika berada di tempat yang sesuai. Pihak yang biasanya mengarahkan hal ini yaitu supervisor, leader, dan lainnya.

Demikian Pembahasan Tentang Manajemen Karir Adalah : Pengertian, Manfaat dan Contohnya!, Semoga dapat membantu anda

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *